Senin, 11 Februari 2013

Evaluasi Pengajaran Bahasa


          Tugas
a.       Membuat 5 soal essay beserta kunci jawabannya!

Soal
1.      Kegiatan membaca dan menyimak mempunyai persamaan, yaitu sama-sama bersifat aktif reseptif, aktif untuk memahami isi pesan. Coba jelaskan dimanakah letak perbedaan kegiatan membaca dan menyimak tersebut!
2.      Dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa di sekolah, khususnya bahasa Indonesia. Pembelajaran menyimak dan tes menyimak tampak kurang mendapat perhatian sebagaimana halnya kompetensi berbahasa yang lain. Berikan komentarmu mengenai hal ini!
3.      Bagaimana cara kerja teknik cloze (cloze test) untuk mengukur tingkat kesulitan wacana dalam kaitannya dengan kemampuan menyimak!
4.      Mengapa dalam SNP (Standar Nasional Pendidikan) pasal 6 ditekankan pentingnya kemampuan, kegemaran membaca dan menulis pada sekolah dasar?
5.      Bagaimana tingkat kesulitan wacana pada kompetensi membaca?

Kunci Jawaban
1.      Letak perbedaan pada kegiatan menyimak dan membaca adalah terdapat pada sarana yang dipergunakan, yaitu sarana bunyi dan tulisan tersebut. Baik sistem bunyi maupun tulisan pada hakikatnya hanya merupakan lambang, yaitu lambang bahasa, lambang yang bersifat arbitrer, untuk menyampaikan informasi dari seseorang penutur bahasa baik kepada pihak lain.
2.      Dalam hal pembelajaran dan tes menyimak yang kurang mendapat perhatian sebagaimana halnya kompetensi membaca yang lain belum tentu semua guru bahasa secara khusus membelajarkan dan sekaligus menguji kompetensi menyimak peserta didik dalam satu periode tertentu walaupun sebenarnya kemampuan itu sangat diperlukan untuk mengikuti pelajaran berbagai mata pelajaran. Hal itu disebabkan guru beranggapan bahwa dengan sendirinya peserta didik telah baik kemampuannya memahami bahasa lisan, atau karena menyusun dan mepersiapkan tes kompetensi menyimak memang tidak semudah dan sesederhana seperti halnya tes-tes kompetensi yang lain. Tes kompetensi menyimak memerlukan persiapan dan sarana yang telah khusus.
3.      Cara kerja teknik cloze untuk mengukur tingkat kesulitan wacana untuk kegiatan menyimak yaitu, wacana dibaca oleh guru (penguji) di depan kelas dua kali, dan setiap pada kata yang ke-n (ke-6 atau ke-7) tidak dibaca. Peserta didiki diminta untuk menerka kemudian menuliskan kata-kata yang tidak dibaca tersebut pada secarik kertas. Jika rata-rata jawaban betul peserta didik kurang atau hanya mencapai 20%, wacana yang bersangkutan termasuk wacana yang sulit bagi peserta didik kelas atau populasi itu. Sebaliknya jika wacana tergolong mudah. Wacana yang baik untuk dipergunakan dalam tes kemampuan menyimak adalah wacana yang tidak terlalu sulit atau sebaliknya terlalu mudah.
4.      Dalam SNP ditekankan pentingnya kemampuan, kegemaran membaca dan menulis pada sekolah dasar karena hal itu terkait dengan kenyataan dewasa ini bahwa penyakit malas membaca telah menjakiti hamper semua lapisan masyarakat Indonesia. Padahal, pada kenyataannya sebagian besar ilmu pengetahuan dan informasi penting yang lain disampaikan lewat sarana tertulis. Hal itu juga membawa konsekuensi bahwa pembelajaran membaca dan menulis, termasuk sistem evaluasinya, harus mendapat perhatian yang intensif.
5.      Tingkat kesulitan wacana pada kompetensi membaca yaitu ditentukan oleh kosakata dan struktur serta kadar keabstrakan informasi yang dikandung. Semakin sulit dan kompleks kedua aspek tersebut akan semakin sulit pemahaman wacana yang bersangkutan.  Demikian pula yang terkait dengan isi wacana. Jika isi wacana itu bersifat umum, konkret, dalam jangkauan pengalaman peserta didik atau dalam bidang keilmuan yang sama., wacana itu relatif tidak sulit bagi mereka. Secara umum orang mengatakan bahwa wacana yang tingkat kesulitannya sedang, atau sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik. Jumlah dan atau tingkat kesulitan wacana umumnya dipergunakan untuk menentukan (meramalkan) tingkat kesulitan wacana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar